Hafidznurfajri-Public

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Thursday, 28 March 2013

PENYESUAIAN DIRI & PERTUMBUHAN

Posted on 17:53 by Unknown

A. PENYESUAIAN DIRI
            Penyesuaian diri alih bahasa dari adjustment,yang dilakukan manusia sepanjang hayat. Karena pada dasarnya manusia ingin mempertahankan eksistensinya,sejak lahir berusaha memenuhi kebutuhan yaitu kebutuhan fisik,pkisis, dan social. Sebagaimana dikemukakan lazarus(1961), adjustment involves a reaction of the person to demand imposed upon him. Demikian pula pendapat Thordike dan Hogen yang disitir oleh Mustafa fahmi (1977) sebagai berikut : penyesuaian diri merupakan kemampuan individu untuk mendapatkan ketenteraman secara internal dan hubungannya dengan dunia sekitarnya. Sejak kecil individu belajar bertingkah laku, tingkah laku yang berhasil dalam memenuhi kebutuhannya berarti dapat menyesuaikan diri dan mengalami keseimbangan. Maka, dapat disimpulkan: penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk bereaksi karena tuntunan dalam memenuhi dorongan/kebutuhan dan mencapai ketenteraman batin dalam hubungan dengan sekitar.

a.    Penyesuaian Diri yang Berhasil
Penyesuaian diri yang berhasil menurut Winarna Surachmad (dalam siti sundari,1986):

1.         Bilamana dengan sempurna memenuhi kebutuhan, tanpa melebihkan yang satu dan mengurangi yang lain.
2.      Bilamana tidak mengganggu manusia lain dalam memenuhi kebutuhan yang sejenisnya.
3.      Bilamana bertanggung jawab terhadap masyarakat dimana ia berada (saling menolong secara positif).

Penyesuaian diri sebagai usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada dirinya dan lingkungannya. Memenuhi kebutuhan yang tidak berlebihan tidak merugikan orang lain dan wajib menolong orang lain yang memerlukan.
       
      b. Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri yang sempurna, sulit diwujudkan karena banyak faktor yang mempengaruhi sehingga seluruh kebutuhan tidak dapat terealisasi. Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang terjadi sepanjang kehidupan(lifelong process). Manusia harus berusaha menemukan dan mengatasi rintangan, tekanan dan tantangan untuk mencapai pribadi yang seimbang. Penyesuaian diri sebagai suatu proses kearah hubungan yang harmonis antara tuntunan internal dan eksternal. Contoh bayi membutuhkan asi dan kasih sayang. Karena tak terpenuhi, bayi berusaha mencari pemenuhan kebutuhan yang tidak wajar untuk pengganti respon yaitu menghisap ibu jari.

.            C. . Penyesuaian Diri yang Positif

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan penyesuaian diri agar tercapai keseimbangan. Berhubung kebutuhan manusia sangat banyak dan terjadi dalam berbagai bidang. Wajarlah bila tidak semua penyesuaian berhasil secara positif. Penyesuaian yang positif:
1.      Tidak adanya ketegangan emosi, bila individu menghadapi problema, emosinya tetap tenang, tidak panik, sehingga dalam memecahkan problem dengan menggunakan rasio dan emosinya terkendali.
2.      Dalam memecahkan masalah tidak menggunakan mekanisme psikologis baik defence mekanisme maupun escape mekanisme, melainkan berdasarkan pertimbangan rasional, mengarah dari masalah yang dihadapi secara langsung dengan segalanya akibatnya.
3.      Dalam memecahkan masalah bersikap realistis dan objektif. Bila seorang menghadapi masalah segera dihadapi masalah segera dihadapi secara apa adanya, tidak ditunda-tunda. Apapun yang terjadi dihadapi secara wajar, tidak menjadi frustasi, konflik maupun kecemasan.
4.      Mampu belajar ilmu pengetahuan yang mendukung apa yang dihadapi sehingga dengan pengetahuan itu dapat digunakan menanggulangi timbulnya problema.
5.      Dalam menghadapi problem butuh kesanggupan membandingkan pengalaman diri sendiri maupun pengalaman oranglain. Pengalaman-pengalaman itu tidak sedikit sumbangannya dalam pemecahan problem.

     d.    Penyesuaian Diri yang Negatif

Penyesuaian diri yang negatif adalah penyesuaian yang menyimpang dari realita:

1.      Yang bersangkutan tidak dapat mengendalikan emosinya. Bila menghadapi problem menjadi panik, sehingga tindakannya tidak sesuai dengan kenyataan.
2.      Menggunakan pertahanan diri yang berlebihan, karena berulang kali merupakan kebiasan yang menyimpang dari kenyataan. Karena yang bersangkutan mengalani kegagalan dalam penyesuaian diri memungkinkan mengalami frustasi, konflik maupun kecemasan atau kegoncangan lain.

SUMBER : Sundari, Siti.(2005). Kesehatan Mental Dalam Kehidupan. Rineka Cipta :
                                                Jakarta


PERTUMBUHAN
Pertumbuhan Pribadi manusia adalah suatu proses organis dan bukan suatu proses mekanis. Kita tidak lagi berbicara tentang membangun, melainkan tentang mengasuh, tidak lagi tentang melekatkan dasar-dasar melainkan tentang menumbuhkan akar-akar, tidak lagi menanamkan melainkan menstimulasi dan menjawab kebutuhan-kebutuhan secara baik.
Pertumbuhan adalah proses yang mencakup pertambahan dalam jumlah dan ukuran, keluasan dan kedalaman. Prof. Gessel mengatakan, bahwa pertumbuhan pribadi manusia adalah proses yang terus-menerus. Semua pertumbuhan terjadi berdasarkan pertumbuhan yang terjadi sebelumnya.
Kita sebagai manusia akan selalu mengalami dua aspek pertumbuhan pribadi. Pada satu pihak, kita mempunyai irama dan bobot pertumbuhan pribadi yang sifatnya individual. Irama serta bobot pertumbuhan ini mungkin cepat mungkin lambat, mungkin sehat dan berlangsung secara baik dari tahap yang satu ke tahap lainnya, mungkin sangat menggembirakan dan menghasilkan suatu pribadi yang normal. Namun ada juga orang lain yang irama serta bobot pertumbuhannya kurang baik, kurang sehat, sehingga pribadi yang dihasilkan tidak normal.

Sumber : Drs. Sunaryo , M.Kes : Psikologi untuk Keperawatan
                   http://gracekillho.blogspot.com/2011/03/penyesuaian-diri-pertumbuhan-personal.html

Pertumbuhan (Growth) : cenderung lebih bersifat kuantitatif dan berkaitan dengan aspek fisik. Contoh : Ukuran berat dan tinggi badan, ukuran dimensi sel tubuh, pertumbuhan tulang.

Sumber : http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Materi%20Definisi%20Perkembangan.pdf


ASPEK-ASPEK PERTUMUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan fisik yang terjadi pada diri si anak adalah menyangkut semua organ dan struktur organnya, seperti : organ fisik dalam misalnya jantung, paru-paru, otak dan sebagainya semuanya mengalami perubahan – perubahan secara kuantitatif yaitu semakin besar, semakin banyak, semakin lengkap strukturnya, sehingga si anak tinggi badannya dan pertumbuhannya selesai apabila semua organ fisiknya mencapai kematangan, sehingga anak mencapai kedewasaan fisik.
Adapun perkembangan mental psikologis yang terjadi pada diri si anak adalah mencakup semua aspek mental psikologis anak baik segi pengetahuan, keterampilan, kecerdasan, sifat sosial, moral, agama, sikap, reaksi dan aspek – aspek mental psikologis lainnya yang semuanya itu melalui proses perkembangan akan mengalami perubahan secara kuantitatif dan kualitatif sehingga si anak bukan saja semakin banyak pengatahuan dan kemampuannya, tetapi juga semakin baik kualitas pengatahuan dan kemampuan yang dimilikinya.
Dengan proses pertumbuhan fisik dan perkembanga mental psikologis yang diperoleh anak secara maksimal dapat diharapkan si anak akan tumbuh berkembang menjadi manusia dewasa yang baik dan berkualitas sebagaimana yang diharapkan dirinya sendiri, juga oleh orang tua dan masyarakatnya.
Guna mewujudkan hasil perkembangan yang sangat diharapkan itu tidak ada cara lain kecuali dengan mengefektifkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab para pendidik (orang tua dan guru) dalam membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan anak baik dirumah, di luar rumah maupun di sekolah, karena pada hakikatnya memperoleh bimbingan dan pendidikan yang baik itu adalah hak si anak dari pendidiknya.

      PERISTIWA PRIBADI PERTUMBUHAN MANUSIA

Peristiwa pertumbuhan pribadi manusia bertolak dari pristiwa awal herediter. Manusia berbentuk dari materil yang lemah. Materil yang dimaksud adalah materil genetis. Pertumbuhan genetis pada manusia tidak jauh berbeda dengan genetis padahewan,  karena keduanya merupakan organisme. Setiap organisme tubmuh dari keadaan sederhana dengan satu sel tunggal menjadi banyak sel dan banyak sel dan membentuk organisme yang bersusunan sangat komplek.


CIRI-CIRI PERTUMBUHAN

Pertumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

   1.      Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalani hal bertambahnya ukuran fisik, seperti berat 
         badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada, dan lain- lain.
    2.      Dalam pertumbuhan dapat terjadi perubahan proporsi yang dapat terlihat pada proporsi fisik atau organ 
          manusia yang muncul mulai dari masa konsepsi hingga dewasa.
    3.      Pada pertumbuhan dan perkembangan terjadi hilangnya ciri-ciri lama yang ada selama masa pertumbuhan,   
          seperti hilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, atau hilangnya refleks-refleks tertentu.
    4.      Dalam pertumbuhan terdapat ciri baru yang secara perlahan mengikuti proses kematangan, seperti adanya   
           rambut pada daerah aksila, pubis, atau dada.

       FAKTOR PENDUKUNG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA
Sejak- awal tahun 1980-an semakin diakuinya pengaruh keturunan (genetik) terhadap perbedaan individu. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang mendukung, pentingnya pengaruh keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh lingkungan. Perilaku yang kompleks yang menarik minat para ahli psikologi (misalnya temperamen, kecerdasan dan kepribadian) mendapat pengaruh yang sama kuatnya baik dari faktor-faktor lingkungan maupun keturunan (genetik).
 Aspek apa sajakah yang mempengaruhi faktor genetik? Menurut Santrok (1992), banyak aspek yang dipengaruhi laktor genetik. Para ahli genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui dengan pasti tentang variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Kecerdasan dan temperamen merupakan aspek-aspek-yang paling banyak ditelaah yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.

      a.       Pertumbuhan Fisik
        Pertumbuhan manusia merupkan perubahan fisik menjadi lebih besar dan lebih panjang, dan prosesnya terjadi sejak manusia belum lahir hingga ia dewasa. masa sebelum lahir merupakan pertumuhan dan perkembangan manusia yang sangat komleks, karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan saraf yang membentuk sistem yang lengkap.
        Pertumbuhan fisik manusia setelahlair merupakan kelanjutn pertumbuhan sebelum lahir. proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa. selama tahun pertama dalam pertumbuhannya, ukuran panjang badannya akan bertambah sekitar sepertiga  dari panjang badan semula dn berat badannya akan bertambah menjadi sekitar tiga kalinya. Sejak lahir hingga dengan umur 25 tahun, perbandingan ukuran badan manusia, dari pertumbuhan yang kurang proporsional pada awal terbentuknya manusia (kehidupan sebelum lahir atau prenatal) samapi dengan proporsi yang ideal dimasa dewasa.
        Pertumbuhan fisik, baik secara langsung maupun tidak tidak langsung akan mempengaruhi prilaku anak sehari-hari. secara langsung pertumbuhan fisik seorang anak akan menentukan keterampilan anak dalam bergerak. Secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fungsifisik akan memepengaruhi bagaimana anak itu memandang dirinya sendiri dan bagaimana ia memandang orang lain.

      b.      Kecerdasan (Intelek)
        Kecerdasan atau daya piker berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otak. Pertumbuhan saraf yang telah matang akan diikuti oleh fungsinya dengan baik, dan oleh karena itu seorang manusia akan juga mengalami perkembangan kemampuan berpikirnya. Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwal kecerdasan itu diwariskan (diturunkan). Ia juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasan.
        Perkembangan lebih lanjut tentang perkembangan kecerdasan ii ditunjukkan pada prilakunya, yaitu tindakan menolak dan memilih sesuatu. Tindakan itu telah mendapatkan proses pertimbangan atau lebih dikenal dengan proses analisis, evaluasi, sampai dengan kemanpuan menarik kesimpulan dan keputusan. Ketika seseorang bisa melakukan peramalan atau perediksi, perencanaan dan berbagai kemampuan analisis dan sintesis, hal ini dikenal dengan perkembangan kognitif.


       c.       Temperamen (Emosi)
        Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus dimiliki oleh manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, banyak hal yang dibutuhkannya. kebutuhan setiap orag dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan-kebutuhan itu ada yang primer yang harus segera dipenuhi kebutuhannya dan kebutuhan sekunder yang yang pemenuhannya dapat ditangguhkan. Jika kebutuhan primer tidak segera dipenuhi maka seseorang akan merasa kecewa dan sebaliknya.
          Temperamen adalah gaya-perilaku karakteristik individu dalam merespons. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian.
        Emosi merupakan gejala perasaan disertai dengan perubahan atau prilaku fisik, seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan suara keras, atau tingkah laku yang lainnya. Begitu pula sebaliknya seseorang yang gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan sebagainya.
      d.      Sosial
        Sejalan dengnan pertumbuhan badannya, bayi yang telah menjadi anak dan seterusnya dan menjadi dewasa akan mengenal lingkungan yang luas dan mengenal banyak manusia. Perkenalan dengan oranbg lain dimulai dengan mengenal ibunya, kemudian mengenal ayahnya dan saudara-saudaranya dan akhirnya mengenal manusia diluar keluarganya. Selanjutnya manusia yang dikenalnya semakin banyak dan amat heterogen, namunp pada umumnya setiap anak akan lebih tertarik pada teman sebayanya. Anak membentuk kelompok sebanya sebagai dunianya, memahami dunia anak, dan kemudian dunia pergaulan yang lebih luas. Akhirnya manusia mengenal kehidupan bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan social. Dalam perkembangannya setiap manusia pada akhirnya mengetahui bahwa manusia itu saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi.

      e.       Bahasa
        Fungsi bahasa adalah untuk komunikasi. Setiap orang senantiasa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya, dengan orang-orang disekitarnya. Pengertian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan tanda, gerak dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain. Bicara adalah bahasa suara, bahasa lisan.

       f.       Bakat Khusus
        Bakat merupakan kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Di dalam definisi bakat yang dikemukakan Guilford (Sumadi; 1984), bakat mencakup tiga dimensi  yaitu: dimensi perceptual, dimensi psikomotor dan dimensi intelektual.
        Seseorang yang emilki bakat akan lebih cepat dapat diamati, sebab kemampuan yang dimiliki  akan berkembang dengan pesat dan menonjol. Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu seperti dalam bidang seni, olah raga ataupun keterampilan.

        g.      Sikap, Nilai dan Moral
        Bloom (Woolfolk dan Nicolich, 1984: 390) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar kelompok menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaaan pengetahuan (kognitif), penguasaaan nilai dan sikap (afektif) dan penguasaan psikomorik.
        Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikis manusia, manusia mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan hal-hal yang tidak boleh, yang harus dilakukan  dan yang dilarang. Menurut Piaget, pada awal pengenalan nilai dan prilaku seta tindakan iti masih bersifat “paksaan”. Akan tetspi sejalan dengan perkembangan inteleknya berangsur-angsur manusia mulai berbagai ketentuan yang berlaku di dalam keluarga dan  semakin lama semakin luas sampai dengan ketentuan  yang berlaku di dalam masyarakat dan Negara.

      SUMBER :    http://master-spink.blogspot.com/2011/07/makalah-pertumbuhan-dan
                          perkembangan.html
                          http://kelloblack.blogspot.com/2012/03/makalah-perkembangan-dan-pertumbuhan.html
                          Drs.M.dalyono,Psikologi Pendidikan,Jakarta:Rinka Cipta,2005
                          http://ceke-pugsd.blogspot.com/2012/04/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia.html



Read More
Posted in | No comments

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

Posted on 03:06 by Unknown


TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitupersona, yang berarti topeng dan personare yang artinya menembus. Istilah ini lalu diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkankonotasi yang baru yaitu “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”.

Pembentukan Kepribadian
            Menurut Atkinson dkk (1993) ketika bayi lahir, ia membawa potensialitas tertentu. Karakteristik fisik , seperti warna mata dan warna rambut , bentuk tubuh, bentuk hidung seseorang pada dasarnya ditentukan oleh pada saat konsepsi (pertemuan antara sel telur dan sperma). Intelegensi dan kemampuan khusus tertentu, seperti bakat music dan seni, dalam beberapa hal juga tergantung pada hereditas (faktor keturunan).
            Pada mulanya Allport mendefinisikan kepribadian sebagai “What a man really is.” Tetapi difinisi tersebut oleh Allport dipandang tidak memadai lalu dia merevisi definisi tersebut (soemadi Suryabrata, 2005:240) definisi yang kemudian di rumuskan oleh Allport adalah: “Personality is the dynamic organization with in the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustment to his environment” (Singgih Dirgagunarso, 1998:11). Pendapat Allport diatas bila di terjemahkan menjadi : kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Konsep-konsep  yang Berhubungan dengan  Kepribadian
            Konsep –konsep yang berhubungan dengan kepribadian adalah (Alwisol, 2005 : 8:9):
1.      Character (karakter), yaitu pengambaran tingkah  laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implicit
2.      Temperament (temperamen), yaitu kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis.
3.      Traits (sifat-sifat), yaitu respon yang senada atau sama terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu (relatif) lama.
4.      Type attribute (ciri), mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas.
5.      Habit (kebiasaan), merupakan respon yang sama dan cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.






ALIRAN PSIKOANALISA

            Teori Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud. Psikoananlisis dapat dipandang sebagai teknik terapi dan sebagai aliran psikologi. Sebagai aliran psikologi, psikoanalisis banyak berbicara mengenai kepribadian, khususnya dari segi struktur, dinamika, dan perkembangannya.

Struktur Kepribadian

Menurut Freud (Alwisol, 2005 : 17), kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yaitu sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious). Sampai dengan tahun 1920an, teori tentang konflik kejiwaan hanya melibatkan ketiga unsur tersebut. Baru pada tahun 1923 Freud mengenalkan tiga model struktural yang lain, yaitu das Es, das Ich, dan das Ueber Ich. Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama, tetapi melengkapi gambaran mental terutama dalam fungsi dan tujuannya (Awisol, 2005 :17).

Freud berpendapat bahwa kepribadian merupakan suatu system yang terdiri dari 3 unsur, yaitu das Es, das Ich, dan das Ueber Ich (dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan the Id, the Ego, dan the Super Ego), yang masing memiliki asal, aspek, fungsi, prinsip operasi, dan perlengkapan sendiri.

Perkembangan Kepribadian

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian

Perkembangan kepribadian individu menurut Freud, dipengauhi oleh kematangan dan cara-cara individu mengatasi ketegangan. Menurut Freud, kematangan adalah pengaruh asli dari dalam diri manusia. Ketegangan dapat timbul karena adanya frustrasi, konflik, dan ancaman. Upaya mengatasi ketegangan ini dilakukan individu dengan : identifikasi, sublimasi, dan mekanisme pertahanan ego.

b. Tahap-tahap perkembangan kepribadian

Menurut Freud, kepribadian individu telah terbentuk pada akhir tahun ke lima, dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar itu. Selanjutnya Freud menyatakan bahwa perkembangan kepribadian berlangsung melalui 6 fase, yang berhubungan dengan kepekaan pada daerah-daerah erogen atau bagian tubuh tertentu yang sensitif terhadap rangsangan. Ke enam fase perkembangan kepribadian adalah sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005 : 172-173).

1) Fase oral (oral stage): 0 sampai kira-kira 18 bulan
    Bagian tubuh yang sensitif terhadap rangsangan adalah
    mulut.

2) Fase anal (anal stage) : kira-kira usia 18 bulan sampai 3tahun.
    Pada fase ini bagian tubuh yang sensitif adalah anus.

3) Fase falis (phallic stage) : kira-kira usia 3 sampai 6 tahun.
    Bagian tubuh yang sensitif pada fase falis adalah alat kelamin.

4) Fase laten (latency stage) : kira-kira usia 6 sampai pubertas
    Pada fase ini dorongan seks cenderung bersifat laten atau tertekan.

5) Fase genital (genital stage) : terjadi sejak individu
    memasuki pubertas dan selanjutnya. Pada masa ini individu telah mengalami kematangan pada  
    organ reproduksi.


ALIRAN BEHAVIORISTIK

Pendahuluan

Behaviorisme merupakan sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh J.B. Watson. Sama halnya dengan psikoanalisis, behaviorisme juga merupakan aliran yang revolusioner, kuat dan berpengaruh serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Selain Watson ada beberapa orang yang dipandang sebagai tokoh behaviorsime, diantaranya adalah Ivan Pavlov, E.L. Thorndika, B.F. Skinner, dll. Namun demikian bila orang berbicara kepribadian atas dasar orientasi behevioristik maka nama yang senantiasa disebut adalah Skinner mengingat dia adalah tokoh behaviorisme yang paling produktif dalam mengemukakan gagasan dan penelitian, paling
berpengaruh, serta paling berani dan tegas dalam menjawab tantangan dan kritik-kritik atas behaviorisme (Koeswara, 2001 : 69). Paradigma yang dipakai untuk membangun teori behavioristik adalah bahwa tingkah laku manusia itu fungsi stimulus, artinya determinan tingkah
laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi bearada di lingkungan (Alwisol, 2005 : 7). Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadaptingkah laku. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.

Teori Kepribadian Skinner

1. Asumsi yang Dipakai Skinner
 
  Skinner menjelaskan perilaku manusia dengan tiga asumsi dasar, di mana asumsi pertama dan kedua pada padasarnya menjadi asumsi psikologi pada umumnya, bahkan juga merupakan asumsi semua pendekatan ilmiah (Alwisol, 2005 : 400). Ketiga asumsi tersebut adalah :

a.Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu (behavior is lawful). Ilmu adalah usaha untuk  
   menbemukan keteraturan, menunjukkan bahwa peristiwa tertentu berhubungan secara teratur
   dengan peristiwa lain.

b. Tingkah laku dapat diramalkan (behavior can be predicted). Ilmu bukan hanya menjelaskan
    tetapi juga meramalkan. Bukanhanya menangani peristiwa masa lalu tetapi juga masa yang
    akan dating. Teori yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dilakukannya prediksi
    mengenai tingkah laku yang akan dating dan menguji prediksi itu.

c. Tingkah laku dapat decontrol (behavior can be controlled). Ilmu dapat melakukan antisipasi  
    dan menentukan / membentuk tingkah laku seseorang.



Pokok-pokok Pandangan Skinner

a. Struktur kepribadian

   Skinner tidak tertarik dengan variable structural dari kepribadian. Menurutnya, mungkin dapat
   diperoleh illusi yang menjelaskan dan memprediksi tingkah laku berdasarkan faktor-faktor
   yang tetap dalam kepribadian, tetapi tingkah laku hanya dapat diubah dan dikendalikan dengan
   mengubah lingkungan. Sedangkankan unsur kepribadian yang dipandangnya relatif tetap
   adalah tingkah laku itu sendiri. Menurut Skinner ada dua klasifikasi tingkah laku yaitu :

1) Tingkah laku responden (respondent behavior), adalah respon yang dihasilkan (elicited)
    organisme untuk menjawab stimulus yang secara spesifik berhubungan dengan respon itu.

2) Tingkah laku operan (operant behavior), adalah respon yang dimunculkan (emittes)  
    organisme tanpa adanya stimulus spesifik yang langsung memaksa terjadinya respon itu.

Bagi Skinner, faktor motivasional dalam tingkah laku bukan elemen struktural. Dalam situasi yang sama tingkah laku seseorang bisa berbeda-beda kekuatan dan keringan munculnya. Dan itu bukan karena kekuatan dari dalam diri individu atau motivasi. Menurut Skinner variasi kekuatan tingkah laku tersebut disebabkan oleh pengaruh lingkungan.

b. Dinamika kepribadian

1) Kepribadian dan belajar
    Kepedulian utama Skinner berkenaan dengan kepribadian adalah mengenai perubahan tingkah
    laku. Hakikat toeri Skinner adalah teori belajar, bagaimana individu memiliki tingkah laku
    baru, menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu dan mampu, dst.

Menurut Skinner kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus-menerus dengan lingkungannya. Cara yang efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan penguatan (reinforcement) . Dalam teori Skinner penguatan dianggap sangat penting untuk membentuk tingkah laku. Menurut Skinner, ada dua macam penguatan :

- Reinforcement positif, yaitu efek yang menyebabkan tingkah laku diperkuat atau sering
  dilakukan.
- Reinforcement negatif, yaitu efek yang menyebabkan tingkah laku diperlemah atau tidak 
  diulangi lagi.

2) Pembentukan perilaku dan perilaku berantai
    Dalam melatih suatu perilaku., Skinner mengemukakan istilah shaping, yaitu upaya secara
    bertahap untuk membentuk perilaku, mulai dari bentuk yang paling sederhana sampai bentuk
    yang paling kompleks. Menurut Skinner terdapat 2 unsur dalam pengertian shaping, yaitu :

    -Adanya penguatan secara berbeda-beda (differential reinforcement), yaitu ada respon yang
     diberi penguatan dan ada yang tidak diberi penguatan.
-Upaya mendekat terus-menerus (successive approximation) yang mengacu pada pengertian bahwa hanya respon yang sesuai dengan harapan eksperimenter yang diberi penguat.


ALIRAN HUMANISTIK

Pendahuluan

Istilah psikologi humanistik (Humanistic Psychology) diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di bawah kepemimpinan Abraham Maslow dalam mencari alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Kedua teori yang dimaksud adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Maslow menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force). Meskipun tokoh-tokoh psikologi humanistik memiliki pandangan yang berbeda-beda, tetapi mereka berpijak pada konsepsi fundamental yang sama mengenai manusia, yang berakar pada salah satu aliran filsafat modern, yaitu eksistensialisme. Manusia, menurut eksistensialisme adalah hal yang mengada-dalam dunia (being-in-the-world), dan menyadari penuh akan keberadaannya (Koeswara, 2001 : 113). Eksistensialisme menolak paham yang menempatkan manusia semata-mata sebagai hasil bawaan ataupun lingkungan. Sebaliknya, para filsuf eksistensialis percaya bahwa setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih tindakan, menentukan sendiri nasib atau wujud dari keberadaannya, serta bertanggung jawab atas pilihan dan keberadaannya.

Pokok-pokok Teori Abraham Maslow

Oleh karena eksistensialisme menekankan pada anggapan bahwa manusia memiliki kebebasan dan bertanggung jawab bagi tindakantindakannya, maka pandanganpandangan eksistensialisme menarik bagi para ahli psikologi humanistik dan selanjutnya dijadikan landasan teori
psikologi humanistik. Adapun pokok-pokok teori psikologi humanistik yang dikembangkan oleh Maslow adalah sebagai berikut (Koeswara, 2001 :112-118 dan Alwisol 2005 : 252-270)

1. Prinsip holistik
Menurut Maslow, holisme menegaskan bahwa organisme selalu berting-kah laku sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagian atau komponen yang berbeda. Jiwa dan tubuh bukan dua unsur yang terpisah tetapi bagian dari suatu kesatuan, dan apa yang terjadi pada bagian yang satu akan mempengaruhi bagian yang lain. Pandangan holistik dalam kepribadian, yang terpenting adalah :

a. Kepribadian normal ditandai dengan unitas, integrasi, konsistensi, dan koherensi. Organisasi
    adalah keadaan normal dan disorganisasai adalah keadaan patologis (sakit).
b. Organisme dapat dianalisis dengan membedakan tiap bagiannya, tetapi tidak ada bagian yang  
    dapat dipelajari dalam isolasi.
c. Organisme memiliki suatu dorongan yang berkuasa, yaitu aktualisasi diri.
d. Pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal. Potensi  
    organisme jika bisa terkuak di lingkungan yang tepat akan menghasilkan kepribadian yang
      sehat dan integral.
e. Penelitian yang komprehensif terhadap satu orang lebih berguna dari pada penelitian ekstensif
    terhadap banyak orang mengenai fungsi psikologis yang diisolasi.

2. Individu adalah penentu bagi tingkah laku dan pengalamannya sendiri. Manusia adalah agen   
    yang sada, bebas memilih atau menentukan setiap tindakannya. Dengan kata lain manusia
    adalah makhluk yang bebas dan bertanggung jawab.

3. Manusia tidak pernah diam, tetapi selalu dalam proses untuk menjadi sesuatu yang lain dari  
    sebelumnya (becoming). Namun demikian perubahan tersebut membutuhkan persyaratan,  
    yaitu adanya lingkungan yang bersifat mendukung.

4. Individu sebagai keseluruhan yang integral, khas, dan terorganisasi.

5. Manusia pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik atau tepatnya netral. Kekuatan jahat  
    atau merusak pada diri manusia merupakan hasil atau pengaruh dari lingkungan yang buruk,    
    dan bukan merupakan bawaan.

6. Manusia memiliki potensi kreatif yang mengarahkan manusia kepada pengekspresian dirinya
    menjadi orang yang memiliki kemampuan atau keistimewaan dalam bidang tertentu.
7. Self-fulfillment merupakan tema utama dalam hidup manusia.

8. Manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan yang secara hirarki dibedakan menjadi  
    sebagai berikut (Boeree, 2004) :
(1) kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
(2) kebutuhan akan rasa aman (the safety and security needs)
(3) kebutuhan akan cinta dan memiliki (the love and belongingneeds)
(4) kebutuhan akan harga diri (the esteem needs)
(5) kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)

SUMBER :  Alwisol. (2005) Psikologi Kepribadian. Malang : Penerbit    
                                   Universitas Muhammadyah Malang.
                    Koeswara, E. (2001) Teori-teori Kepribadian. Bandung Eresco.
                     Sumadi Suryabrata. (2005) Psikologi Kepribadian. Jakarta : CV Rajawali.
             Drs. Kuntjojo, M.Pd. PSIKOLOGI KEPRIBADIAN. PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2 0 0 9
Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Popular Posts

  • CINTA DAN PERKAWINAN
    TULISAN 3 CINTA DAN PERKAWINAN      A.  Bagaiamana memilih pasangan Jika kita ditanya orang lain, ingin kriteria seperti apa untuk pasanga...
  • PENYESUAIN DIRI DAN PERTUMBUHAN
    TULISAN 1      A.    PENYESUAIAN DIRI             Penyesuaian diri alih bahasa dari adjustment ,yang dilakukan manusia sepanjang hayat. Kar...
  • Cerpen
    Setiap pagi aku memohon kepada Tuhan, Ya Tuhan Lindungilah diriku, Ampuni semua kesalahanku. Tiba-tiba pagi itu gelap, tidak ada setitik cah...
  • A. KONSEP SEHAT
    A.     KONSEP SEHAT Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan ...
  • HUBUNGAN INTERPERSONAL
      Tulisan 2 HUBUNGAN INTERPERSONAL 1   model model hubungan interpersonal Hubungan interpersonal   itu dimana kertika kita berkomunikasi.ki...
  • INTERNET ADDICTION (KECANDUAN INTERNET)
          Internet Addiction adalah suatu gangguan psikofisiologis yang meliputi tolerance (penggunaan dalam jumlah yang sama akan menimbulkan ...
  • Hukum Laki-Laki Memandang Wanita
    dakwatuna.com -  Allah menciptakan seluruh makhluk hidup berpasang-pasangan, bahkan menciptakan alam semesta ini pun berpasang-pasangan. Seb...
  • Computer Supported Cooperative Work
    Computer Supported Cooperative Work (CSCW)            Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene G...
  • KOMUNITAS ONLINE, POLARISASI KELOMPOK, KELOMPOK KERJA, VIRTUAL OFFICE
    A. KOMUNITAS ONLINE Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis. artinya adalah masyarakat, publik ...
  • Damapak Positif & Negatif dari Penggunaan Internet bagi Diri Sendiri
    Jika kita berbicara tentang internet tidak akan pernah ada habisnya, internet selalu berada dalam kehidupan kita. kita tidak terlepas dari i...

Blog Archive

  • ▼  2013 (15)
    • ►  October (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ▼  March (5)
      • PENYESUAIAN DIRI & PERTUMBUHAN
      • TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
      • A. KONSEP SEHAT
      • A. KONSEP SEHAT
      • A. KONSEP SEHAT
  • ►  2012 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile