Hafidznurfajri-Public

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Thursday, 31 October 2013

Psikologi manajemen, Organisasi, Komunikasi, Dimensi-dimensi Komunikasi

Posted on 06:20 by Unknown
Psikologi Manajemen

      1)      Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan yang dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemn itu. Istilah manajemen mengacu pada proses mengkoodinasi /dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang berjalan terus atau kegiatan kegiatan utama yang dilakukan oleh para manager. Fungsi-fungsi ini lazim disebut merancang, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan.

Efisiensi merupakan bagian terpenting dalam manajemen. Efisiensi mengacu pada hubungan antara masukan dengan keluaran. Seandainya saja Anda mampu mendapatkan lebih banyak keluaran darisejumlah gtertentu masukan, anda telah meningkatkan efisiensi.

Tidak hanya efisiensi, efektifitas-pun sama pentingnya. Efektifitas seringkali dilukiskan sebagai, ”melakukan hal-hal yang tepat” –artinya. Kegiatan kerja tersebut mencapai sasarannya. Sementara efisien lebih memperhatikan ”sarana-sarana” melaksanakan segala sesuatunya, efektifitas itu berkaitan dengan ”hasil akhir” atau pencapaian sasaran-sasaran organisasi.

Kaitannya dengan psikologi: 

         Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan. 

Ada 4 fungsi dari manajemen :


  •  Perencanaan (Planning)
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. 

  Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan :
- Menetapkan tujuan dan target bisnis
- Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
- Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
- Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis 


  •  Pengorganisasian (Organizing)

Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian:
       - Mengalokasikan sumber daya, meru,uskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang di        
         perlukan
       - Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
       -  Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/ tenaga kerja
       -  Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat


  •     Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)

Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam Fungsi  Pengarahan dan Implementasi
-          Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja, agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
-          Memberikan tugas penjelasan rutin mengenai pekerjaan
-          Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan



  •     Pengawasan  dan Pengendalian

Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.



Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan pengendalian :
-          Mengevaluasi keberhasian dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indicator yang telah ditetapkan
-          Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
-          Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.

2) Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang mampu mempengaruhi orang lain dan memiliki wewenang manajerial. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi kelompok menuju tercapainya tujuan-tujuan.  Kepemimpinan memusatkan perhatian pada mengidentifikasi ciri-ciri khusus yang barangkali dapat digunakan untuk membedakan pemimpin dengan yang bukan pemimpin. Berikut dua teori kepemmimpinan:
a.       Teori Atribusi Tentang Kepemimpinan
Teori atribusi kepemimpinan mengatakan bahwa kepemimpinan itu sekedar sebuah keterangan yang dibuat orang mengenai individu-individu lain. Dengan menggunakan kerangka kerja ini, para peneliti telah menemukan bahwa orang cenderung mencirikan pemimpin sebagai yang memiliki karakteristik seperti kecerdasan, kepribadian yang mudah bergaul, rajin, terampil, dll.
b.      Teori Kepemimpinan Karismatik
Teori ini merupakan perluasan teori atribusi. Teori ini mengatakan bahwa para pengikut menemukan penjelasan tentang kemampuan kepemimpinan heroik atau luar biasa manakala mereka mengamati perilaku tertentu. Studi-studi tentang kepemimpinan karismatik sebagian besar telah diarahkan pada penentuan perilaku yang membedakan pemimpin-pemimpin karismatik dengan pemimpin-pemimpin yang bukan karismatik.

3) ORGANISASI
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
      Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
·         Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
·         James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
·         Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
·         Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. 
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. 
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

4) KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Menurut Raymond Ross, Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
·         Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
·         Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
·         Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
·         Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
·         Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
·         Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

5) DIMENSI-DIMENSI KOMUNIKASI

1.      Komunikasi sebagai proses

            Jika komunikasi dipandang sebagai proses, komunikasi yang dimaksud adalah suatu kegiatan yang berlangsung secara dinamis. Sesuatu yang didefinisikan sebagai proses berarti unsur-unsur yang ada didalamnya bergerak aktif dinamis dan tidak tetap.
Dan dikatakan proses pun juga berarti unsur-unsurnya memang bersifat aktif. Mari kita menelaah dari konteks komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa mana yang disebut proses.
Apabila ditelaah dalam komunikasi antarpribadi yang disebut atau yang menunjukkan proses adalah saat dimana adanya kegiatan pengiriman pesan pada satu orang ke orang yg lain. Mulai dari adanya sebuah informasi lalu ada sender yang memberikan informasi dan adapula receiver yang mendapatkan informasi nah, ketika informasi itu berjalan mulai dari adanya hal yang akan disampaikan hingga diterima receiver itulah disebut proses.

2.      Komunikasi Sebagai Simbolik

Simbol dapat dinyatakan dalam bentuk bahasa lisan atau tertulis (Verbal) maupun melalui isyarat – isyarat tertentu (non- Verbal).
Simbol disini berarti sebuah tanda atau lambang hasil kreasi manusia atau bisa dikatakan sebuah tanda hasil kreasi manusia yang dapat menunjukkan kualitas budaya manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam pernyataan “kualitas budaya manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya” dapat ditelaah kembali bahwa banyak faktor yang mempengaruhi adanya simbol itu sendiri yaitu :
• Faktor budaya
• Faktor psikologis

Sehingga meskipun pesan yang disampaikan sama tetapi bisa saja berbeda arti bilamana individu yang menerima atau receiver nya mempunyai kerangka berpikir berbeda begitu juga latar belakang budayanya.

            Simbol dalam bentuk tertulis banyak sekali contohnya : puisi, syair, cerpen, novel, karya sastra lain, ataupun media cetak koran, majalah dan sebagainya yang tertuang dari rangkaian-rangkaian kata hitam di atas putih dan sejenisnya, itu semua sudah disebut komunikasi meskipun tidak langsung bertemu dengan si penulis atau bahkan berhadapan langsung dengan sender namun komunikasi dengan bentuk tertulis. Berikut contoh komunikasi dengan non verbal atau dalam bentuk perilaku.
            ·  Menganggukan kepala yang berarti setuju,
            ·  Menggelengkan kepala yang berarti tidak setuju,
            ·  Melambaikan tangan kepada orang lain, yang berarti seseorang tersebut sedang
               memanggilnya untuk datang kemari.

             3.      Komunikasi Sebagai Sistem

Sistem sering kali didefinisikan sebagai suatu aktivitas dimana semua komponen atau untuk yang mendukungnya saling berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan luaran atau dengan kata lain seperangkat komponen yang bergantung artinya mengikuti permainan yang ada, sistem terbagi atas 2 :

• Sistem terbuka : dimana prosesnya terbuka dan pengaruh lingkungan yang ada
disekitarnya.
• Sistem tertutup : prosesnya tertutup dari pengaruh luar (lingkungan).

Dari segi bentuknya ada sistem terbuka dan tertutup yang mebedakan adalah sistem terbuka dimana prosesnya terbuka tergantung pengaruh lingkungan sekitarnya, dan sistem tertutup prosesnya tertutup dari pengaruh lingkungan luar. Contoh :
Penelitian atau uji coba makanan yang tidak boleh ada pengaruh dari luar, seperti : debu, musim, cuaca. Dan hasilnya sudah pasti dapat diantisipasi.(sistem tertutup)
Memilih agama yang dianut banyak sekali pengaruh dari luar seperti : pihak keluarga, lingkungan mayoritas penduduk menganut apa?  latar belakang budaya. (sistem terbuka)
Lalu apa kaitannya dengan proses komunikasi, seperti yang saya jelaskan tadi di atas bahwa komunikasi sebagai sistem berarti memiliki komponen-komponen atau unsur yang saling berkaitan satu sama lain yaitu, sender, message, receiver, media, signal,etc. Apabila itu semua ada yang tidak berfungsi atau mengalami gangguan maka informasi atau komunikasi yang berjalan tidak akan berhasil sesuai harapan atau bahkan bisa terjadi. Karena keterikatan komponen antara satu dengan yang lainnya akan meng hasilkan feedback loops atau umpan balik dan hasilnya merupakan kerja sama dari semua komponen yang ada (synergic).

           4.      Komunikasi sebagai transaksional
        

                 Komunikasi tidak pernah terjadi tampa melibatkan orang lain, dalam proses yang demikian akan timbul action dan interaction diantara para pelaku komunikasi.

            5.      Komunikasi sebagai aktivitas sosial
            Hubungan antar sesama manusia, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau untuk kepentingan aktualitas diri dalam membicarakan masalah-masalah politik, sosial, budaya, seni dan teknologi.


           6.      Komunikasi sebagai multidimensional

           Kalau komunikasi dilihat dari perspektif multidimensional ada 2 tingkatan yang dapat diidentifikasikan yakni dimensi isi (contet dimension) dan dimesi hubungan (relationship dimension).
Dimensi isi : lebih menunjukkan pada kata, bahasa dan informasi yang dibawa pesan. Jadi seperti orang madura berbicara dengan orang jawa pasti bahasa yang mereka gunakan pun juga berbeda disinilah dimensi isi menunjukkan hal tersebut dalam komunikasi.
Dimensi hubungan : menunjukkan bagaimana proses komunikasi berinteraksi satu sama lain. Masih dengan contoh diatas dimensi hubungan menunjukkan bagaimana mereka berinteraksi, media apa yang mereka gunakan, apakah ada bahasa tubuh atau simbol-simbol yang digunakan. Itu dilihat dari dimensi hubungan.
Asumsi dasar hubungan multidimensional adalah bahwa sumber tidak hanya mempengaruhi pesan, tetapi juga bisa mempengaruhi komponen yang lainnya.

SUMBER :

Bagus Riyono dan Emi Zulaifah. 2001. Psikologi Kepemimpinan. Yogyakarta :Unit Publikasi Fakultas Psikologi UGM

Hafied Cangara.Pengantar Ilmu Komunikasi.(Raja Grafindo Persada:2011).51

Siti Partini Suardiman. 1980. Kelompok dan Kepemimpinan. Yogyakarta: FIP IKIP YOGYAKARTA 

Wahjosumidjo. 1987. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia Indonesia

Ruben Brent D dan Lea P Stewart. (2006). Communication and Human Behavior. United States: Allyn and Bacon

Leavitt, Harold J. (1992). Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga.

Rohim,Syaiful.2009. Teori Komunikasi: Perspektif,Ragam, & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta

Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4



Read More
Posted in | No comments

Thursday, 10 October 2013

Biografi (Tugas SoftSkill)

Posted on 07:49 by Unknown
Tugas 1

Assalamualaikum Wr.Wb.

          Ada 2 sepasang kekasih yang menjalin cinta, yaitu bernama Sri Siswanti & Sutomo akhirnya mereka menikah dan mempunyai 2 orang anak, yaitu perempuan dan laki-laki. Alhamdulillah anak pertama mereka Lahir Perempuan bernama Putri Rahmawati, dan  anak kedua mereka laki-laki yang  bernama Hafidz Nur Fajri. Anak kedua itu adalah aku, Aku suka di panggil hafidz, umurku sekarang 20 tahun. aku lahir di Jakarta, 28 Juni 1993. alamat rumahku dijalan Danau Toba 1 no.05 Rt 001/ Rw006, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua KAB. Tangerang.

           Agamaku Islam, Golongan darahku B, Aku Asli orang Indonesia loh.., Kedua orang tua asli orang Jawa Tengah tepatnya  Solo, Klaten :), hobiku olahraga pokoknya olahraga yang menyenangkanlaah  sperti basket, futsal, badminton, denger lagu Sholawatan, membaca buku, dan pastinya kegiatan sosial. waktu Kecil bisa dibilang badanku gendut karena mungkin ibuku sering ngasih makan aku teruuss..hehhe. Kedua Orang tuaku bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Aku dulu di Asuh Oleh bibiku yang bernama mba puji, mba puji inilah yang selalu ada disampingku ketika orangtuaku bekerja. umur 5 tahun mulailah aku bersekolah di Taman Kanak-kanak TK Islam Gunung Jati. Tkku tidak terlalu jauh dari rumahku ya kira-kira 4km biasanya aku bersekolah bersama temanku yang bernama Sarah, yaap bisa dibilang dia adalah soulmate aku waktu kecil, kita berdua pasti selalu bareng-bareng jika berangkat sekolah, Pokoknya dimana dia pasti selalu ada aku. waktu Tk aku orangnya sangat pemalu bahkan ketika pertama kali aku masuk sekolah aku nangis jika aku di tinggal oleh mba Puji. yaa bisa dibilang aku waktu kecil sedikit pemalu dan manja..hehe maklum namanya juga anak-anak. setelah aku lulus Tk aku masuk sekolah di SDN Negeri Danau Batur.
           
            Ketika aku mulai memasuki SD aku sedih karena teman soulmateku tidak bisa masuk kesekolahku karena katanya kuotanya sudah melebihi jadi dia tidak bisa sekolah di sekolahku. Ya bisa dibilang aku waktu SD bisa dibalng anak yang Aktif walaupun badan saya besar dan gemuk tapi kata-kata teman-temanku aku oranggnya lincah. ya agak sedikit kaget juga dulu suka dibilang begitu dan satu lagi aku suka diisengin sama teman-temanku disekolah karena badanku yng gemuk ya aku sih biasa saja awalnya memang awalnya agak marah tapi setelah itu terbiasa karena sering dibilang begitu.
 kemudian aku melanjutkan ke SMPN 19 Tangerang, ya bisa dibilang itu salah satu sekolah favoritlah. ketika aku masuk SMP bisa dibilang aku murid yang biasa-biasa saja, banyak yang bilang sih waktu SMP aku orangnya sombong, jutek, dan cuek padahal mah sebenarnya aku orangnya biasa aja mungkin karena belum kenal aja...hehe banyak sekali pengalaman ketika SMP dari yang namanya menjadi anggota OSIS, disukain perempuan, ditolak perempuan, berantem sama temen karena hal yang bisa dibilang mungkin sepelelah yaah.
 
            Akhirnya pada tahun 2008 aku mulai masuk SMA Yuppentek 1 Tangerang dan aku lulus SMA pada Tahun 2011, nah pada waktu SMA inilah masa-masa dimana aku mulai menemukan jati diriku, arah dan tujuanku. waktu SMA aku bisa dibilang murid yang cukup berprestasi disekolah mulai menjadi juara kelas disekolah, waktu SMP sih aku cuma menang lomba futsal sama Basket yaa tapii teteplaah aku seneng itu kebanggaan buat diriku sendiri. ya waktu SMA bisa dibalang aku suka bergaul dengan teman-teman yang sedikit kurang baiklah tapi rata-rata baik-baik semua kok teman-temanku, kaya misalnya seperti suka minum Alkohol,merokok, judi, balapan liar, bolos sekolah masih banyak lagi dan tapi anehnya sama sekali aku gak pernah tuh yang namanya ikut-ikutan mereka walaupun aku sering bergaul bersama mereka. pernah waktu itu aku bersama teman-temanku ya ada 7 oranglah pas kebeneran hari itu malam minggu tuh temenku mengajakku untuk ya awalnya sih hangout barenglah disuatu cafe, setelah itu kita ngobrol-ngobrol biasa, temanku yang 1-nya lagi membeli minuman keras waah aku juga agak sedikit ngeri juga sih karena aku udah punya pendirian bahwa aku gak akan melakukan hal-hal yang negatif yang bisa ngerusak diriku sendiri. ya setelah itu temenku meminumnya dan hanya aku yang dengan santainya menolak tawaran itu tapi teman-temanku semuanya paham dan tidak memaksakan saya untuk meminumnya, hampir setiap kita nongkrong pasti temenku membeli minuman keras klo kata temanku sih kurang asik klo belum ada minumannya..ahhaha

            Terkadang aku suka mikir sendiri kenapa aku bisa kuat begitu menahan godaan itu. mau tau kenapa??, hahha..., dan 1 lagi aku g pernah kapok bermain bersama mereka setiap hari selepas pulang sekolah kadang aku nongkrong didpan sekolah bersama teman-temanku ya gak lama sih setelah itu aku pulang kerumah. tapi Stelah itu itu lambat laun aku mulai menjaga jaraklah dengan teman-temanku ini ya karena takut mengancam diriku juga sih, 1 tahun setengah aku bermain bersama mereka. pokoknya waktu SMA pengalaman yang paling berhargalah yang pernah aku dapatkan. Dari hal yang baik sampai yang buruk semuanya ada.

yaap finally, aku akhirnya menjadi mahasiswa di suatu universitas swasta di Depok, aku melanjutkan pendidikan kuliah di Universitas Gunadarma mengambil Fakultas Psikologi. Awalnya sih aku sedikit bingung karena aku ingin kuliah di jurusan manajemen kalau ga broadcasting. cita-citaku awalnya sih pengen jadi pengusaha, ya usaha kecil-kecillanlah tapi ada 1 hal mengusikku dengan 1 buku psikologi punya temenku ya dari situlah aku mulai tertarik dengan ilmu psikologi akhirnya aku memutuskan mengambil fakultas psikologi hingga saat ini. yaa banyaak sekali ilmu-ilmu yang aku dapat dari psikologi ini. salah satu kesukaan adalah berbagi bersama orang-orang yang membutuhkan ya istilahnya mah BAKSOS (Bakti Sosial), dan aku adalah salah satu relawan / volounteer dari SaveStreetChild. yah mulai semester 3 aku kuliah mulai ikut gerakan itu, gerakan itu adalah tentang kepedulian kita terhadap anak-anak jalanan. disitu aku mulai tertarik untuk menjadi relawan. banyak sekali kebahagian, senang, sedih, curhatan mereka yang membuat hatiku tersentuh karena meraka. sampai saat ini aku masih mengajar mereka di Stasiun Cikini deket taman biasanya kami belajar bersama adek-adeknya dan pengajar yang lainnya.


Read More
Posted in | No comments

Sunday, 30 June 2013

TUGAS RANGKUMAN KESEHATAN MENTAL

Posted on 05:54 by Unknown
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare yang artinya menembus. Istilah ini lalu diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkankonotasi yang baru yaitu “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”.

Pembentukan Kepribadian
            Menurut Atkinson dkk (1993) ketika bayi lahir, ia membawa potensialitas tertentu. Karakteristik fisik , seperti warna mata dan warna rambut , bentuk tubuh, bentuk hidung seseorang pada dasarnya ditentukan oleh pada saat konsepsi (pertemuan antara sel telur dan sperma). Intelegensi dan kemampuan khusus tertentu, seperti bakat music dan seni, dalam beberapa hal juga tergantung pada hereditas (faktor keturunan).

PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL

-Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental.
-Orientasi Penyesuaian Diri
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup.
-Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

Teori Kepribadian Sehat

-Aliran Psikoanalisa
Kepribadian Sehat Psikoanalisa:
Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan

-Aliran Behavioristik
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
4.Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif

-Aliran Humanistik
Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas,  atau mayoritas.
4) Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.
Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery).

Pengertian Stres
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang.
Faktor inividual dan sosial- penyebab stres
Faktor lingkungan, faktor organisasi, faktor pribadi.
Tipe Stres Psikologis
a.    Tekanan
b.    Frustasi
c.    Konflik
d.   Kecemasan
COPING
Menurut Lazarus (1996) coping stress adalah upaya kognitif dan tingkah laku untuk mengelola tuntutan internal dan eksternal yang khusus dan konflik diantaranya yang dinilai individu sebagai beban dan melampaui batas kemampuan individu tersebut. Individu akan memberikan reaksi yang berbeda untuk mengatasi stres.
Dewasa ini proses terhadap stres menjadi pedoman untuk membangun coping stress. Secara umum stres dapat diatasi dengan melakukan transaksi dengan lingkungan dimana hubungan transaksi ini merupakan suatu proses dimana individu berusaha untuk menangani dan menguasai situasi stres yang menekan dengan melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya.
Coping adalah transaksi berseri antara individu yang memiliki satuan sumber daya, nilai, komitmen, dan lingkungan tempat tinggal dengan sumber dayanya sendiri, tuntutan. Coping bukan merupakan suatu tindakan yang dilakukan individu tetapi merupakan kumpulan respon yang terjadi setiap waktu, yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan individu tersebut (Yanny, dkk, 2004).
Reaksi emosional, termasuk kemarahan dan depresi, dapat dianggap sebagai bagian dari proses coping untuk menghadapi suatu tuntutan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa coping stress merupakan suatu upaya kognitif untuk menguasai, mentoleransi, mengurangi atau meminimalisasikan suatu siatuasi atau kejadian yang penuh ancaman.
Terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi coping stress. Reaksi terhadap stres bervariasi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya, dan dari waktu ke waktu pada orang yang sama. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor psikologis dan sosial yang tampaknya dapat merubah dampak stressor bagi individu.
Konsep Penyesuaian diri
Makna akhir dari hasil pendidikan seseorang individu terletak pada sejauh mana hal yang telah dipelajari dapat membantunya dalam penyesuaian diri dengan kebutuhan-kebutuhan hidupnya dan pada tuntutan masyarakat. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri, kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Penyesuaian yang sempurna dapat terjadi jika manusia / individu selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan lingkungannya, tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan semua fungsi-fungsi organisme / individu berjalan normal. Namun, penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat, dan manusia terus menerus menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi sehat. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Kepribadian yang sehat ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.
Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Atas dasar pengertian tersebut  dapat diberikan batasan bahwa kemampuan manusia sanggup untuk membuat hubungan-hubungan yang menyenangkan antara manusia dengan lingkungannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu  yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidak-mampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya. Tidak jarang pula ditemui bahwa orang-orang mengalami stres dan depresi disebabkan oleh kegagalan mereka untuk melakukan penyesaian diri dengan kondisi yang penuh tekanan.

HUBUNGAN INTERPERSONAL
Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship.Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
1. Model Pertukaran Sosial
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley, dua orang pemuka dari teori ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut: “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya“.
2.Model Peranan
Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertidak sesuai dengan peranannya.
3. Model Interaksional
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat strukural, integratif dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan. Selanjutnya, semua sistem mempunyai kecenderungan untuk memelihara dan mempertahankan kesatuan. Bila ekuilibrium dari sistem terganggu, segera akan diambil tindakannya. Setiap hubungan interpersonal harus dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi, ekspektasi dan pelaksanaan peranan.

Tahap Hubungan Interpersonal
Adapun tahap-tahap untuk menjalin hubungan interpersonal, yaitu:
1.Pembentukan kesan
Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa
peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.Menurut
Charles R. Bergerinformasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu:a) informasi demografis; b)sikap dan pendapat (tentang orang atau objek); c) rencana yang akan datang; d) kepribadian; e) perilaku pada masa lalu; f) oranglain; serta g) hobi dan minat.
Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi hubungan interpersonal, yaitu:
1. Komunikasi efektif
Komunikasi interpersonal dinyatakan efektif bila pertemuan antara
pemangku kepentingan terbangun dalam situasi komunikatif—interaktif dan menyenangkan. Efektivitas komunikasisangat ditentukan oleh validitas informasi yang disampaikan dan keterlibatan dalam memformulasikan ide atau gagasan secara bersama.
2. Ekspresi wajah
Ekspresi wajah menimbulkan kesan dan persepsi yang sangat menentukan penerimaan individu atau kelompok. Senyuman yang dilontarkan akan menunjukkan ungkapan bahagia, Wajah merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam menyampaikan makna dalam beberapa detik raut wajah akan menentukan dan menggerakkan keputusan yang diambil. Kepekaan menangkap emosi wajah sangat menentukan kecermatan tindakan yang akan diambil.
3. Kepribadian
Kepribadian sangat menentukan bentuk hubungan yang akan terjalin. Kepribadian mengekspresikan pengalaman subjektif seperti kebiasaan, karakter dan perilaku.
4. Stereotyping
Stereotypingmerupakan cara yang banyak ditemukan dalam menilai orang lain yang dinisbatkan pada katagorisasi tertentu. Cara pandang ini kebanyakan menimbulkan prasangka dan gesekan yang cukup kuat, terutama pada saat pihak-pihak yang berkonflik sulit membuka jalan untuk melakukan perbaikan.
5. Kesamaan karakter personal
Manusia selalu berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya atau kita cenderung menyukai orang lain, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita, dan jika menyukai orang, kita ingin memilih sikap mereka yang sama.
6.Daya tarik
Dalam hukum daya tarik dapat dijelaskan bahwa cara pandang orang lain terhadap diri individu akan dibentuk melalui cara berfikir, bahasa dan tindakan yang khas.
7. Ganjaran
 Seseorang lebih menyenangi orang lain yang memberi penghargaan atau ganjaran berupa pujian, bantuan, dorongan moral.
8. Kompetensi
 Setiap orang memiliki kecenderungan atau tertarik kepada orang lain karena prestasi atau kemampuan yang ditunjukkannya.

Cinta dan Perkawinan

Perkawinan atau dalam arti pernikahan adalah uapcara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. 

Bagaimana memilih pasangan? para pemuka agama menyarankan agar memilih pasangan yang seiman, sehat dan belum pernah menikah sebelumya.

Dalam seluk beluk membina keluarga, setriap objek yang berpasangan adalah objek yang sama-sama belajar. Belajar dalam arti belajar menjadi dewasa, menjadi arif, menjadi bijaksana, menjadi paham. Harus bisa saling mengerti pasangan dan saling melengkapi pasangan. Tidak boleh ada keegoisan yang bisa menimbulkan perselisihan dan ada juga yang sampai berakhir perceraian.

Perceraian adalah terputusnya tali hubungan antara suami dan istri yang dalam hal ini disebut cerai hidup karena masing-masing saling gagal mempertahankan keluarga. Pernikahan kembali adalah menikah setelah bercerai dengan pasangan sebelumnya secara sah di mata negara dan agama. 


Single life- Lajang bukanlah suatu kejelekan. Kebanyakan orang menilai lajang adalah suatu aib dan ketidak beruntungan seseorang. Padahal banyak para single life menjadi pengusaha muda yang sukses dan malah lebih fokus dalam meraih tujuan yang sebenar-benarnya. 
Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Popular Posts

  • CINTA DAN PERKAWINAN
    TULISAN 3 CINTA DAN PERKAWINAN      A.  Bagaiamana memilih pasangan Jika kita ditanya orang lain, ingin kriteria seperti apa untuk pasanga...
  • PENYESUAIN DIRI DAN PERTUMBUHAN
    TULISAN 1      A.    PENYESUAIAN DIRI             Penyesuaian diri alih bahasa dari adjustment ,yang dilakukan manusia sepanjang hayat. Kar...
  • Cerpen
    Setiap pagi aku memohon kepada Tuhan, Ya Tuhan Lindungilah diriku, Ampuni semua kesalahanku. Tiba-tiba pagi itu gelap, tidak ada setitik cah...
  • A. KONSEP SEHAT
    A.     KONSEP SEHAT Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan ...
  • HUBUNGAN INTERPERSONAL
      Tulisan 2 HUBUNGAN INTERPERSONAL 1   model model hubungan interpersonal Hubungan interpersonal   itu dimana kertika kita berkomunikasi.ki...
  • INTERNET ADDICTION (KECANDUAN INTERNET)
          Internet Addiction adalah suatu gangguan psikofisiologis yang meliputi tolerance (penggunaan dalam jumlah yang sama akan menimbulkan ...
  • Hukum Laki-Laki Memandang Wanita
    dakwatuna.com -  Allah menciptakan seluruh makhluk hidup berpasang-pasangan, bahkan menciptakan alam semesta ini pun berpasang-pasangan. Seb...
  • Computer Supported Cooperative Work
    Computer Supported Cooperative Work (CSCW)            Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene G...
  • KOMUNITAS ONLINE, POLARISASI KELOMPOK, KELOMPOK KERJA, VIRTUAL OFFICE
    A. KOMUNITAS ONLINE Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis. artinya adalah masyarakat, publik ...
  • Damapak Positif & Negatif dari Penggunaan Internet bagi Diri Sendiri
    Jika kita berbicara tentang internet tidak akan pernah ada habisnya, internet selalu berada dalam kehidupan kita. kita tidak terlepas dari i...

Blog Archive

  • ▼  2013 (15)
    • ▼  October (2)
      • Psikologi manajemen, Organisasi, Komunikasi, Dimen...
      • Biografi (Tugas SoftSkill)
    • ►  June (1)
      • TUGAS RANGKUMAN KESEHATAN MENTAL
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ►  March (5)
  • ►  2012 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile